Selasa, 07 April 2009

LOVE STORY

AWAL KISAH

Pak iwan ;-) ….
Sebuah pesan pendek diterima dari Uut. Terkejut Iwan menerima pesan pendek itu.
“Apa….”
Balas Iwan dengan jempol tangan yang agak gemetar mengetik kata tanya itu di telepon genggamnya. Sebenarnya Iwan tahu apa arti dari pesan pendek itu. Pertanyaan itu tidak lebih karena Iwan lagi iseng dengan anak ini. Lama kelamaan akhirnya Iwan pun penasaran dan membalas pesan pendek itu dengan pertanyaan dan sedikit menggoda.
“;-) Apa artinya … kalo balasannya :-* gimana???”

Uut adalah seorang mahasiswi. Cantik, usianya baru 19. Wajahnya yang ayu menampakkan cirri-ciri kejawennya. Tugasnya menjadikan dia sering kontak dengan para dosen, termasuk dengan Iwan. mulai dari tugas yang diberikan Iwan hingga ke urusan koordinasi kegiatan lain yang berhubungan dengan mahasiswa-mahasiswa angkatan itu. Bawaannya kalem, wajahnya benar-benar sendu dan menarik perhatian setiap mahasiswa yang lain, terlebih laki-laki seusianya. Make upnya tipis justru itu daya tariknya. Santun bicaranya dan lembut pembawaanya. Itulah kesan pertama yang selalu diungkapkan oleh orang-orang yang melihatnya. Penampilannya disempurnakan dengan kerudung dan baju gamisnya. Pergaulannya luas dan memang bisa menempatkan diri dimanapun dia berada.
“;-) artinya Uut seneng, kalo balasanx :-* artinx uut lebih seneng lagi “ balasan Uut tidak lama kemudian.
Iwan pun terdiam. Dia semakin heran dan denyut dadanya mulai sedikit melaju. Hingga Iwan harus tertahan nafasnya sesaat. Padahal Iwan hanya iseng dan tau bahwa dialog ini kurang ajar kalo terjadi antara dosen dan mahasiswi…
Aduh!!! Gawat-gawat!!!! Bakal rumit kelanjutannya… Jerit Iwan dalam hati.
“Husss!!! “ balas Iwan. Maksudnya mengingatkan bahwa hal itu ga pantas dilakukan oleh mahasiswi kepada dosennya. Apalagi Uut juga tahu, kalo Iwan adalah seorang dosen yang sudah punya anak dan istri. Mungkin inilah yang membuat Iwan keheranan.
Setiawan Nugroho adalah seorang Dosen yang rajin dan ulet. Dia pernah terpilih sebagai Dosen teladan di tempat dia mengajar. Dia juga sering dipercaya oleh atasannya untuk mensukseskan berbagai kegiatan dan proyek-proyek yang dilaksanakan oleh kantornya. Banyak disenangi kawan-kawan. Dia juga dikenal akrab dengan hampir seluruh mahasiswanya. Di rumahnya dia juga seorang bapak yang baik, selalu menyempatkan waktu untuk anak dan istrinya. Anaknya memasuki usia playgroup yang aktif dan agak agresif. Kesenangannya adalah selalu ngajak ebeh (sebutan sang anak untuk Iwan) jalan-jalan.
Istrinya, dia kenal saat awal kuliah dulu. Anak ibukota yang bergaya model yang dia perhatikan saat pertama kali bertemu. Dengan Celana Blue Jean tas Ransel dan Kaos Oblong yang modis. Ketertarikan Iwan waktu itu bukan karena penampilannya ini. Tetapi perubahan yang terjadi dengan gadis yang kini dia nikahi ini. Setelah terlihat dipertemuan pertama dengan gaya modis, pada pertemuan berikutnya terjadi perubahan yang luar biasa. Dalam hitungan tidak lebih seminggu gadis ini berubah penampilan. Dia memakai Jilbab yang sempurna. Kerudung dan baju gamisnya yang warna biru, mebuat Iwan jatuh cinta pada pandangan pertama. Awal hubungan dengan gadis yang sekarang jadi ibu dari anak-anaknya inipun karena keisengan Iwan juga. Lewat teman seangkatan Iwan menyatakan ketertarikannya, yang akhirnya bersambut dengan serius. Badannya ramping dan tingginya sepadan dengan Iwan. Kalo sedang jalan berdua Iwan dan istri sering dikira kakak beradik karena kemiripan wajah dan perawakannya.
Akhirnya balas-balasan SMS yang gak penting pun terjadi. Rupanya penyakit lama Iwan kambuh. Padahal dia paham kalau pergaulan itu ada batas-batas yang batas itu saat ini dilampauinya. Seolah mendapat kesempatan, Iwanpun seperti tidak lagi mengiharukan status dan siapa dirinya.
“Uut sdh punx pacar?” lanjut Iwan.
“ Blm pa… ga boleh ama mama..”
“Ah.. masa”.
“Sumpah deh pa…”dulu waktu lulus SMA Uut pernah dijodohin. Tapi uut kabur dari rumah 3 hari.”
“Wuah nekad lu!”
“Iya pa, wkt sy kabur ktm dng teman sma, udah ai sy ikut dia, nginep di tmpt dia”
“temen sma lu tu cewe apa cow…”
“…cowo pa… hehe..”
“ Hah!!! Nginep tempat cowo…”
“Hbs.. dipaksa kawin…makanya sy ga kuliah setahun pa’”
“Wuaduh tragis ya…”
“Iy tapi akhirnya mama ngerti juga’ Uut pulang dh..”
“ Oooh…” jawab Iwan keheranan.
“ Ok deh… Ut, besok tolong biodata teman2mu dikmplkan k sy ya. Sy mau maghrib dulu nh” lanjut Iwan ingin mengakhiri percakapan “chatting-nya”
“Ok deh … pa… dadagh.. pa Iwan”
“Dagh…, :-*nya mana?” Goda Iwan kepada mahasiswinya.
“Euummmohhh….” Jawab Uut tidak kalah beraninya.
Tadinya Iwan menganggap biasa saja chatting dengan anak didiknya. Tengah malam dia terbangun dan tanpa sengaja dia “Counting The Sheep” dengan HPnya. Dia buka buka sms dan bisa ditebak. Dia membuka sms-sms dengan Uut mahasiswinya tadi petang. Dia terbangun karena istrinya sedang sesak napas. Dan harus dia temani untuk sekedar menenangkan sang istri. Begitu istrinya menghirup inhaler langsung bisa tidur kembali.
Dia perhatikan kembali rentetan sms dari Uut. Dia juga membuka sms balasannya.
Sungguh tidak disangka… percakapan petang tadi membuat dada Iwan benar-benar bergejolak. Keberanian gadis ini sungguh diluar dugaan Iwan. Seribu tanya menghinggapi benak Iwan. Gadis ini pendiam tidak banyak bicara. Tetapi mengapa smsnya sebegitunya. Terlebih anaknya terkesan banyak memendam masalah. Yang mengherankan awal percakapannya sudah berani bercanda dengan dosennya. Dan Iwan menganggap tidak pantas. Tidak pantas mahasiswa dan dosen bercakap-cakap seperti itu. Tetapi mengapa dia memberi tanda yang orang tau itu adalah tanda ciuman…. Bergetar hati Iwan apalagi sms terakhir…“Euummmohhh….”
Tidak tau sekarang jam berapa, yang jelas badan Iwan mulai dingin tetapi memori tadi begitu hangat menari-nari di benak Iwan. Iwan berpikir, sebaiknya sms ini dihapus saja, karena pasti istrinya akan marah kalau membacanya. Iwan mulai hapus satu per satu. Dan tak terasa langgar dibelakang rumah sudah memanggil manggil orang untuk mempersiapkan shalat subuh. Ash shalatu khairu minna naum…
………..

3 komentar:

Anonim mengatakan...

SMANGAT DAN TRUZ BERKARYA..
SMANGAT....!!!! ;)

Pengangguran Menulis Mimpi mengatakan...

Mungkin sebaiknya pengaturan komentar bapak ganti dengan opsi agar komentar muncul di bwah tulisa, dan untuk tulisan sepertinya saya analisa ini mengarah kepada aliran kritik sosial, kebetulan sekali satu aliran, saya juga berasal dari politeknik bjm, alumni jurusan mesin, salam kenal Pak

agil mengatakan...

Oke thanks... maklum mas lagi belajar. tunggu tanggal mainnya.
saya setuju dengan anda...