Allah telah menciptakan aib. Allah menjaga aib setiap manusia. Allah mengajarkan kepada manusia bagaimana sebaiknya memperlakukan aib. Aib tidak boleh dibincangkan oleh sembarang orang. Apalagi perbincangan yang tidak berujung pangkal. Orang yang mengumbar aib laksana memakan daging bangkai. Jika kita melihat bangkai binatang saja merasa jijik, tetapi kenapa kita sangat menikmati hidangan bangkai. Bahkan bangkai itu ternyata saudara kita yang mati. Rame-rame kita menyantapnya disertai dengan sendau gurau, gelak tawa dan riang gembira. Itulah gambaran pesta bangkai yang kita sering lakukan.
Anda bayangkan jika ada iklan produk makanan atau minuman, bintang Iklannya adalah SUMANTO pemakan bangkai, dengan menenggak minuman…. Apapun makanannya… Minumnya XXX XXX pasti anda akan merasa jijik untuk makan produk itu. Tetapi tanpa sadar anda telah sering memakan bangkai… bangkai saudara anda… tidak enak rasanya ketika anda sedang membicangkan kejelekan orang… tiba-tiba anda hentikan begitu saja, pasti Anda merasa enjoy untuk mmelanjutkan perbincangan itu. Sungguh setan selalu membuat tipu daya… ga ada yang sadar kalau kita sedang kerasukan setan… setan memang tidak kelihatan… sehingga bangkaipun terasa nikmat.
Saudaraku,
Jika kita menemukan aib/kejelekan/kekurangan teman/saudara kita… maka langkah paling bijak adalah membungkusnya dengan rapi sehingga kita bisa meyampaikan kepadanya dengan santun dan bijak. Sekali lagi… jangan di GHIBAH… meskipun itu benar… dan hati-hati… kalau yang anda bicarakan adalah salah ga sesuai fakta… maka itulah yang di sebut FITNAH… lantas mana yang lebih baik… GHIBAH atau FITNAH… maka menurutku… keduanya adalah Neraka> ALlahu’alam
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
Asslm..
Pa, mw tnya,,
Apakh mncrtkan ato memperjelaa suatu permasalahan itu fitnah??
Jika ada berita sampai kepada kita, Tabayun / memperjelas dengan mengecek kepada ybs adalah wajib hukumnya. Menceritakan kejelekan kepada orang lain untuk mencegah supaya tidak terjadi kejelekan itu adalah boleh. Apalagi kita kitak mampu mencegah dengan tangan sendiri maka boleh meminta bantuan orang lain, tentu kita harus menceritakan kpd orng yg kita mintai tolong. mencegah kemungkaran wajib. maka jika jalannya harus dengan cerita kepada org lain - dng syarat org itu mampu - maka juga wajib. tapi bukan untuk menyebarkan kejelekan orng lain... Allahu'alam
Posting Komentar